Harapan yang Dingin
Ada saatnya diam dan berhenti menjadi berguna
ada saatnya sebelah sayap terluka dan yang satunya tetap mengepak
ketika matahari tegak lurus diatas kepala
dahaga dan ambisi yang memilukan
teriak tak sanggup, beriak hanya air yang dangkal
iringi langkahku kau kan binasa
pergi tinggalkanku apakah kau mampu?
diamlah hingga terang meredup, hingga gelap menghabisi parasmu yang elok
dan akhirnya terengah didinginya malam
sembilu menusuk kalbu
membias luka yang tak pernah usai
meracuni kebahagiaan yang baru terajut sebagian
seketika hatinya membeku
tangan dan kakinya dingin
harapannya mulai redup
mungkin gelap kan mengakhirinya
atau terangnya mulai tercabik
diantara pengikut noah yang tenggelam, dialah yang paling mempesona
ada saatnya sebelah sayap terluka dan yang satunya tetap mengepak
ketika matahari tegak lurus diatas kepala
dahaga dan ambisi yang memilukan
teriak tak sanggup, beriak hanya air yang dangkal
iringi langkahku kau kan binasa
pergi tinggalkanku apakah kau mampu?
diamlah hingga terang meredup, hingga gelap menghabisi parasmu yang elok
dan akhirnya terengah didinginya malam
sembilu menusuk kalbu
membias luka yang tak pernah usai
meracuni kebahagiaan yang baru terajut sebagian
seketika hatinya membeku
tangan dan kakinya dingin
harapannya mulai redup
mungkin gelap kan mengakhirinya
atau terangnya mulai tercabik
diantara pengikut noah yang tenggelam, dialah yang paling mempesona
Image Source:
Killswitch Engange - The End of Heartache Album Art
Killswitch Engange - The End of Heartache Album Art

0 comments:
Post a Comment